Posted by : Unknown Rabu, 08 April 2015


Kau tahu kalau bintang itu tipuan mata terbesar di jagat raya?
Bintang yang kau lihat pada malam hari bukanlah bintang yang sesungguhnya. Yang kau lihat hanyalah wujud sinar bintang yang melewati jarak jutaan tahun cahaya.
Misalnya, jika malam ini kau lihat bintang yang berjarak dua juta tahun cahaya, itu artinya, bintang yang kau lihat adalah bintang dua tahun lalu.
Bagiku sendiri, sebetulnya ada hal yang—kurasa—lebih pantas disematkan titel ‘Tipuan Mata Terbesar di Jagat Raya’ dibanding bintang. Kau tahu apa itu?
Dirimu.
***
Pagi ini, sama seperti pagi-pagi lain yang kulalui selama tujuh belas tahun ini, langit tetaplah biru. Kau duduk di sana, di atas meja bambu di dekat pohon di samping kelasku, dengan wajah penuh warna. Dapat dengan jelas kulihat, matamu yang mengayunkan cinta, rambut hitammu yang kau pangkas sebahu, serta senyumanmu yang lugu, seperti anak panda yang habis mengunyah bambu.
Aku tanpa kesadaranku tiba-tiba bergerak ke arahmu. Gegas kuhiraukan buku yang belum sempat kusimpan dengan baik di atas meja. Jangan salahkan kedua tanganku ini yang begitu tak tahu diri ini karena coba mengapaimu, sebab angin membisikkan deru napasmu, dan dedaunan yang saling bergesekkan terus menyemangatiku.
Terhitung baru tiga langkah dari pintu kelas, saat kudengar satu suara memanggil namamu, aku terpaku.
“Lina, ayo ke kelas,” ajak lelaki itu.
Secara tiba-tiba kau menjauh. Antara tanah yang kau pijak dan tanah yang kuinjak terbentang bidang hitam yang tak terkira luasnya. Seolah jika satu senti saja aku mencoba menapaki bidang hitam itu, aku akan tenggelam dalam kegelapan.
Aku masih terpaku saat kau bangkit dan tersenyum pada lelaki itu.
Dapat dengan jelas kulihat, matamu yang mengayunkan cinta, rambut hitammu yang kau pangkas sebahu, serta senyumanmu yang lugu, seperti anak panda yang habis mengunyah bambu. Tapi, semua itu bukanlah untukku. Semua itu untuk lelaki yang berjalan di sampingmu.
Kau tahu bukan, kalau bintang itu tipuan mata terbesar di jagat raya?
Bagiku, kaulah tipuan terbesar di jagat raya.
Kau yang kulihat bukanlah dirimu yang sekarang; kau yang kulihat adalah dirimu tiga tahun lalu, saat masih jadi kekasihku. []

Catatan              :
[Cerita ini ikut meramaikan tantangan @KampusFiksi bertema #FiksiBuatPacarku]
Nama tokoh cewek dalam cerita ini Lina. Hmm, sebenarnya Lina itu empat huruf yang saya ambil dan saya susun ulang dari nama seorang cewek yang selama ini terus saya kagumi. Saya belum sempat jadi pacarnya, hehehehe.
Banyak sih yang ingin ditulis. Tapi, karena ‘dia’ juga pasti baca cerita ini, lebih baik jangan ditulis semua deh, bisa kepayahan saya nanti, ckckck. Satu saja yang ingin saya sampaikan, mengutip lagu Perfect Time dari Sheila On 7:
There is always a way for love
But sometimes not on the same road
Dreaming is the only land
Fits for you and me


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 Peziarah Kata - Shiroi - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -