Posted by : Unknown Selasa, 18 Maret 2014


Keterangan Buku:
Judul Buku : Galuh Hati
Penulis        : Randu
Penerbit      : Moka Media
Terbitan 1, Jakarta, 2014



Novel ini bercerita tentang sebuah rahasia yang tersimpan rapat-rapat bersama sebuah intan bernama Galuh Hati. Intan yang masih menjadi mitos bersama dengan nama Antas yang disebut-sebut sebagai pendulang terhebat. Sebuah kisah cinta segitiga antara Amak, Antas, dan Sarah yang menyimpan sebuah cerita tentang persahabatan dan pengkhianatan. Dengan setting di sebuah tempat pendulangan intan di desa Cempaka, Kalimantan Selatan. Dengan tokoh utama seorang pemuda berumur 13 tahun bernama Abul yang dijuluki seorang "pengecut" karena dia tidak mendulang intan.

Semuanya berawal saat Kai Amak menceritakan tentang kehidupan masa mudanya pada Abul. Namun, belum sempat Kai Amak menyelesaikan ceritanya karena telah larut malam, Kai Amak ditemukan meninggal keesokan paginya. Abul yang masih penasaran dengan kelanjutan kisahnya, berusaha mencari tahu kelanjutan kisahnya dengan dibantu sahabatnya, Gil.


Well, secara keseluruhan saya suka dengan novel ini. Bahasanya yang halus, mengalir, dan menarik membuat saya betah membaca buku ini dalam satu hari. Diawali dengan pembukaan mengenai Kai Amak yang akan kembali mendulang intan di usia senjanya. Dilanjutkan dengan sebuah istilah mengenai Senja Kuning, yang membuat saya kepincut untuk melahap habis novel ini.

Hal yang paling berkesan dalam novel ini adalah tentang persahabatannya. Ya, bukan hanya persahabatan Antas dan Amak yang ternodai dengan sebuah "pengkhianatan", persahabatan Abul dan Gil pun tak kalah mengesankan.

Kalau ditanya soal setting, menurut saya sudah cukup oke. Karena penulis juga mengangkat latar sosial masyarakat Cempaka. Twist yang dihadirkan penulis cukup baik. Penokohan yang cukup kuat, plus pesan moral yang disampaikan secara soft.

Sedangkan untuk kekurangannya sendiri, saya masih mempertanyakan soal ini: Adakah pemuda seperti Gil? Pemuda kelas 6 SD ini terlihat begitu wise di mata saya. Mungkinkah karena dia begitu keras berusaha mengejar ayahnya karena "keterbelakangan" yang dideritanya? Lalu juga untuk beberapa tanda baca seperti tanda kutip yang salah, dan di beberapa bagian saya bingung tentang sudut pandang.

Overall, novel ini recomended buat dibaca! Bener kata kak Randu waktu di Depok Town Square, novel ini cocok untuk berbagai macam usia. So, grab it fast!

Oh, satu lagi... Saya cukup tertarik dengan tokoh Anang yang selalu bersiul lagu Paris Barantai, meski tak hafal liriknya. Ya, Paris Barantai itu salah satu lagu favorit saya! Kota baru gunungnya bamega~

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 Peziarah Kata - Shiroi - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -