Posted by : Unknown Selasa, 05 Agustus 2014

Dunia tak pernah tahu kalau lintasan rel selalu membisikkan rahasia.
Di bawah teriknya guyuran sinar matahari adalah saat terbaik untuk berjalan di atas rel. Biar sekalian beberapa kenangan ikut menguap. Hei, coba tilap beberapa helai rambut hitammu. Siapa tahu ada rindu yang terjatuh. Iris hitammu tak bergetar. Bibir yang merekah bagai kelopak mawar itu tetap saja segar, seperti kedua pipimu yang mulus. Benar-benar belum berubah.
Sudah berapa lama kita berjalan? Sudah berapa banyak kenangan yang kita injak? Entahlah. Kita menolak mengetahuinya.
Terus kutendangi kerikil yang berkumpul di sekitar, siapa tahu ada masa lalu yang mengelupas. Oh, lihat! Kristal berwarna biru yang bersinar itu. Cantik, bukan? Tapi, kenapa benda secantik itu dibuang?
Tak tahu, katamu?
Ah, dasar. Bukankah kristal itu bagai serpihan kenangan kita? Berkilau. Indah. Langka. Lalu, kenapa pula harus dihancurkan?
Ya. Kamu benar. Tak perlu alasan untuk itu.
Lihat! Bukankah itu koin kuno? Ah, indahnya... meski berdebu, terinjak, terlindas, dan terbuang, koin ini tetap berharga kok.
Eh? Sama seperti hubungan kita?
Ah, ya... maaf memaksamu mengingatnya. Sakit, bukan? Aku juga.
Tapi... manusia mana yang mau hatinya sakit?
Apa kamu merasa gerah? Kalau aku, ya. Dijejali perasaan yang begitu sesak. Kamu juga?
Sudah berapa meter kita lipat kenangan kita? Bukankah kita sudah cukup jauh berjalan di atas rel—yang kamu sebut lintasan cinta ini? Seratus meter? Lima ratus meter? Ah, mungkin seribu meter baru saja terinjak. Tapi, masih ada sesuatu yang hilang.
Bukan cinta, tapi alasan.
Kenapa dulu—bahkan sekarang aku begitu mencintaimu?

***
Trivia :
Flashfic ini aku buat karena lelah tak kunjung menemukan tentang Benteng Aldimir atau festival Lamia yang ada di Bulgaria... Dan penulisannya, aku baru jatuh cinta pada gaya bertuturnya Sayuri di novel Girls in The Dark. (Tentang dua hal yang sedang kucaritahu itu pun dapet dari novel ini)
Meski pun masih jauh di bawah penulisan Akiyoshi-sensei, tapi aku akan terus berlatih!!!

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 Peziarah Kata - Shiroi - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -